Wednesday, June 11, 2008

Etika penulisan Email

Komunikasi menggunakan email merupakan komunikasi yang susah-susah gampang, karena orang yang berkomunikasi tidak akan saling bertatap muka, sehingga sangat sulit untuk melihat ekspresi satu sama lain. Tapi apakah ekspresi di dalam sebuah email tidak bisa diungkapkan ? Bisa !

Ada berbagai cara untuk mengungkapkan ekspresi, diantaranya adalah dengan menyelipkan gambar, membuat emoticon, menggunakan tanda2 tertentu atau dengan menggunakan huruf besar. Pembaca suatu email juga harus di perhatikan benar, apakah itu adalah email japri (jalur pribadi) ke seseorang, ataukan email ke dalam suatu forum, misalkan mailing list. Mailing list yang pelanggannya sebanyak 2000 email, akan berbeda perlakuannya dengan mailing list dengan pelanggan 10 orang, efek yang akan di tampilkan tentu akan lain.

Tapi kadang-kadang orang akan lupa, antara japri dan mailing list, sehingga bahasa dan emosi yang digunakan sama. Misalkan apabila kita mengirimkan dengan menggunakan huruf besar di dalam mailing list akan bisa menimbulkan penafsiran yang lain untuk anggota mailing list yang lain. Apakah tatakrama dalam beremail perlu diajarkan sebagai salah satu bahan di dalam pelajaran Bahasa Indonesia ?


32 most important email etiquette tips:

1. Be concise and to the point
2. Answer all questions, and pre-empt further questions
3. Use proper spelling, grammar & punctuation
4. Make it personal
5. Use templates for frequently used responses
6. Answer swiftly
7. Do not attach unnecessary files
8. Use proper structure & layout
9. Do not overuse the high priority option
10. Do not write in CAPITALS
11. Don't leave out the message thread
12. Add disclaimers to your emails
13. Read the email before you send it
14. Do not overuse Reply to All
15. Mailings > use the bcc: field or do a mail merge
16. Take care with abbreviations and emoticons
17. Be careful with formatting
18. Take care with rich text and HTML messages
19. Do not forward chain letters
20. Do not request delivery and read receipts
21. Do not ask to recall a message.
22. Do not copy a message or attachment without permission
23. Do not use email to discuss confidential information
24. Use a meaningful subject
25. Use active instead of passive
26. Avoid using URGENT and IMPORTANT
27. Avoid long sentences
28. Don't send or forward emails containing libelous, defamatory, offensive, racist or obscene remarks
29. Don't forward virus hoaxes and chain letters
30. Keep your language gender neutral
31. Don't reply to spam
32. Use cc: field sparingly

Etika diambil dari http://www.emailreplies.com/

Tuesday, June 10, 2008

Anti Pornografi dengan OpenDNS

OpenDNS merupakan sebuah layanan Domain Name system (DNS) yang bisa digunakan oleh masyarakat umum. Keistimewaan dari openDNS adalah DNS ini mempunyai database yang berisi daftar domain yang mengandung kategori tertentu misalkan adalah situs berkategori pornografi dan phising . Hal tersebut akan memudahkan pengguna PC, misalkan dirumah, untuk melakukan penyaringan website yang akan di buka melalui PC, sehingga akan memudahkan dalam pengawasan penggunaan PC dirumah, terutama apabila ada anak yang juga menggunakan internet dirumah.

Bagaimana caranya ?
1. Mendaftarlah sebagai pengguna OpenDNS pada website www.opendns.org, konfirmasi akan dilakukan melalui email
2. Setting lah jaringan yang saat ini anda gunakan, dengan masuk ke Dashboard dari openDNS (Networks). "Pilih Add a Network", masukkan IP yang Anda gunakan saat ini. IP yang digunakan saat ini terlihat pada ujung kanan atas dari browser. Pilih /32 (1 IP address). Masukkan pula nama Label dar setting jaringan Anda, misalkan "Rumah"
3. Apabila IP yang anda dapatkan adalah DHCP atau selalu berubah setiap kali melakukan koneksi ke provider, maka pilihlah "Enable dynamic IP update" pada menu Set Up a dynamic IP.
4. Untuk pengguna DHCP, gunakan software yang akan memberitahu OpenDNS, apabila IP yang kita gunakan berubah. Salah satu software yang bisa digunakan adalah dnsomatic
5. Pada dashboard opendns, masuk ke menu Setting, dan tentukan apa yang akan di blok dengan masuk ke "Block Category"
6. Setelah semua selesai, coba masuk ke salah satu website yang berada di dalam kategori yang di blok

Sebaiknya juga diaktifkan Statistiknya, sehingga akan memudahkan dalam melakukan kontrol terhadap penggunaan DNS/Internet dirumah.